Oh bukanlahCantikmu yang kucariBukanlah ituYang aku nantiTetapi ketulusan hati yang abadi
KutahuMawar tak seindah dirimuAwan tak seteduh tatapanmuTetapi kau tahuYang kutunggu hanyalahSenyumanmu
Reff by Letto-Senyumanmu
Memang tak ada yang indah yang dirasakan oleh aku yang sedang jatuh cinta. Ya mungkin bisa aku sebut kini kusedang jatuh cinta. Namun kali ini cinta ini berbeda dari cinta sebelumnya. Ah apalah membicarakan cinta seperti pujangga saja yang selalu bisa merangkai alunan kata menjadi sajak yang menenangkan jiwa.
Sudahlah terlalu berlebihan mungkin bila kukatakan cinta karena cinta haruslah sama.
Kini sebutlah saja semua rasa yang bercampur antar melodi dan nyanyian hati ini bukan cinta melainkan mencintai.
Ya aku Mencintai. aku mencintai dengan hati. Perjalanan ini aku tiba diposisi aku menyadari antara aku, hatiku dan fikiranku.
Kini sebutlah saja semua rasa yang bercampur antar melodi dan nyanyian hati ini bukan cinta melainkan mencintai.
Ya aku Mencintai. aku mencintai dengan hati. Perjalanan ini aku tiba diposisi aku menyadari antara aku, hatiku dan fikiranku.
Kusadari kini aku mencintai dan bukan untuk mengharapkan dicintai karena mencintai bukan nafsu dan perasaan hati untuk membuat seseorang yang kucintai sakit bahkan ia menjauh karena rasa ini, Namun seharusnya aku bisa membuatnya nyaman. Kini aku mengerti semua itu adalah rasa Ikhlas yang akan membawa aku dalam kedamaian untuk memiliki.
Ikhlas, ya rasa ikhlas ini baru aku temukan setelah ku mengerti betapa sulitnya mengharapkan sebuah arti Senyumanmu.
Arti senyuman bukan sekedar senyuman biasa, berharap senyuman yang mengandung arti bukan senyuman basa-basi. bukan-bukan itu yang aku tunggu.
Kelembutan hatimu dan sikapmu meluluhkan kerasnya hatiku yang selama ini mengeras akan rasa lelah dan kecewa yang selalu menghampiri dan menyapa pagi dan malam hariku dimasalalu.
Arti senyuman bukan sekedar senyuman biasa, berharap senyuman yang mengandung arti bukan senyuman basa-basi. bukan-bukan itu yang aku tunggu.
Kelembutan hatimu dan sikapmu meluluhkan kerasnya hatiku yang selama ini mengeras akan rasa lelah dan kecewa yang selalu menghampiri dan menyapa pagi dan malam hariku dimasalalu.
Senyumanmu... ya senyumanmu yang aku tunggu, meskipun aku sering menyapa dan berharap satu senyuman dan tiada balas yang kuharap, namun aku mengakui akan rasa ini bahwa kamu senyum dalam hatimu. Entah aku hanya menghibur hatiku mencari kepuasan diri dalam ranah angan-anganku atau memang sesungguhnya senyuman itu ada entah seberapa kadarnya. mungkin seratus persen atau seperseratus persen aku tak tahu.
Keihklasan dalam mencintai itu yang kini coba aku hidupkan kembali seperti dahulu ketika aku mencintai dengan sabar dan ikhlas, Dimana masih terngiang dikepalaku kata-kata mereka yang pernah bersamaku, hingga mereka bosan hari-harinya penuh bahagia tanpa pertengkaran yang bisa ku cipta.
Aku mencintai dengan hatiku menanti senyumanmu dalam hari-hariku hingga senyuman itu halal untukku. Hinggapun kini ku harus memiliki sebuah kehilangan atau memegang suatu mimpi dalam fantasi dan pesona mata.
Selamat Hari Kartini
Menanti senyumanmu, Jakarta 21 April 2015
http://resonansilensa.blogspot.com

0 komentar:
Posting Komentar
Mohon masukan dan Semoga bermanfaat