Aku hidup untuk bahagia, dan ketika hidup berusaha mencari bahagia selanjutnya yaitu kebahagiaan akhirat.
QS Al-baqarah:(201)
رَبَّنَا آتِنَا فِىْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِىْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat”
namun Aku tak mengerti apa arti bahagia itu sendiri. Bahagia itu baik dan baik itu bersyukur dan apapun itu yang aku syukuri adalah kebahagiaan. Beberapa hal aku sering lupa bahagia itu adalah syukur. Coba aku keluar pandangi sekitarku. Banyak kebahagiaan disana. dan sesungguhnya bahagia itu sederhana.
Bahagia itu sederhana. Ketika seseorang Suami tambal ban mempersiapkan peralatannya ditemani sang Istri dengan penuh canda tawa dan senyuman dipagi hari tanpa memikirkan suara kendaraan berlalulalang dihadapanya asal mereka bisa selalu tersenyum dan tertawa.
Bahagia itu sederhana. ketika seorang anak pemulung menemukan kaleng kosong dipinggir rel kereta api lalu ia memeukulinya seakan alat musik sambil menyanyi "lalalalalalala...." yang ia anggap suaranya paling merdu dan musiknya paling indah padahal hanya kaleng kosong.
Bahagia itu sederhana ketika seorang lelaki jatuh cinta bisa melihat wanita yang ia cintai dari jauh bahkan dari balik kaca meski sekejap atau hanya melihat sedikit bagian darinya mungkin itu wajahnya, suaranya bahkan bayangan hitam dan aroma parfumnya dari kejauhan.
Bahagia itu sederhana. Ketika aku mampu menghirup udara pagi kembali setelah terlarut dalam mimpi di kesunyian malam bersama peri tidur yang menemani dalam kelelapanku.
Dan Bahagia itu sederhana. Ketika aku bisa mencintaimu dan kau bisa dicintai tanpa tertutup kau untuk dimiliki.
Bahagia itu Sederhana, Wonogiri, 4 April 2015
http://resonansilensa.blogspot.com

0 komentar:
Posting Komentar
Mohon masukan dan Semoga bermanfaat