Akulah setangkai dahan pohon yang menjulur memanjang tumbuh dan berkembang di padang savana. Aku menari-nari dalam mimpiku dan angan-anganku dengan beberapa helai daun disisiku yang silih berganti menemaniku.
Daun tua yang jatuh, daunkering yang tetiup angin atau daun muda termakan ulat. Mereka pergi begitu saja tanpa mengenal harus berapa lama bertahan di dahanku.
Daun tua yang jatuh, daunkering yang tetiup angin atau daun muda termakan ulat. Mereka pergi begitu saja tanpa mengenal harus berapa lama bertahan di dahanku.
Aku hanya dahan yang berangan-angan ingin jadi dahan yang melindungi siapapun yang berlindung dibawahku yang menharapkan diriku ini.
Namun aku juga harus berfikir, aku hanya dahan, sekuat dan sebesar apapun aku melindungi siapapun dan sesuatu yang aku cintai namun aku berbahaya baginya sewaktu aku rapuh dan terjatuh menjatuhinya. Sekuat-kuatnya aku menahan badai dan topan melindunginya sekuat mungkin aku tetap berbahaya baginya.
Aku hanya dahan yang ingin mencintai. Ingin mencintai sekitarku dan ia yang ingin aku lindungi. Namun sekuat apapun aku mencintai aku hanyalah dahan yang mungkin hanya bisa memberikan kesejukan kepadanya saat ia bebaring dibawahku karena panas dan memberikannya angin segar oksigen yang aku buat, atau saat ia berteduh dibawahku karena kehujanan dengan rindangnya daun-daunku.
Meskipun aku dahan, Namun aku ingin menjadi dahan harapan. Dahan harapan yang mencintai tanpa harapan dicintai, Dahan harapan yang ingin melindungi tanpa merasakan menahan sakitnya melindungi . Dahan harapan yang berharap berarti bagi siapapun disisi.
Jadikanlah aku dahan yang berarti bagimu meski hanya sebagai kayu bakar. Meskipun sebentar untuk menhangatkanmu dalam dingin, namun aku pernah berarti beberapa menit bagimu dalam hidupku meskipun akhirnya aku menjadi arang dan abu.
Jadikanlah aku dahan yang berarti bagimu meski hanya sebagai penopang tiang rumahmu atau pancang tendamu. Meskipun berat atap yang kau sanggakan padaku namun aku berarti beberapa tahun melindungi dan menjaga utuhnya rumahmu
Jadikanlah aku dahan yang berarti bagimu meski hanya sebagai pintu rumahmu. Meskipun aku akan lapuk dan dimakan rayap namun aku dapat manjagamu dan menutupmu dari angin yang mencoba menerpa tubuhmu dan melukaimu.
Akulah Dahan itu, Jakarta, 22 April 2015
http://resonansilensa.blogspot.com


0 komentar:
Posting Komentar
Mohon masukan dan Semoga bermanfaat