RSS

Friends

Pengalaman adalah sebuah Pelajaran berharga yang akan
diceritakan menjadi sebuah kenangan Indah

Medali adalah Tujuan bukan Ambisi



Kita berlari dan teruskan bernyanyi….
Kita buka lebar pelukan mentari….Bilaku terjatuh nanti, kau siap mengangkat aku lebih tinggi………. (Melompat lebih Tinggi by SO7)

Sepenggal lirik lagu dari Sheila On 7 yang selau mengiringi pagi hariku sebelum beraktifitas, mungkin ada kata-kata lari itu sebabnya aku jadi sangat terinspirasi, karena maksud itu semua adalah semangat menggapai tujuan.

“Emang loe kuat lari 10km,  gaya-gayaan loe mau ambil yang  halfmarathon pas even NIKE BJK nanti, hahahaha” celetukan seorang teman yang menertawaiku dari balik kaca.
“Kuat gak kuat penting saya dapat medali.” sambil tersenyumku jawab.

Lalu aku pergi ke Kamar Kecil, aku lepas kacamataku dan aku cuci muka, dan sejenak aku tatap diriku dikaca depan wastafel. Kupandangi kelopak mataku yang menggantung karena kurang istirahat, dan kupandangi sejenak wajahku dan tubuhku yang mulai memerah tanda akan menghitam karena terkena panas terbakar matahari. Merah ini bukan tak sengaja namun merah ini adalah usahaku mengalahkan diriku dalam ajang lari event Mandiri Jakarta Marathon 2015 kemarin dimana aku ambil bagian 10km. Memang harapan juara tak mungkin, namun yang terpenting adalah diriku mampu mengalahkan diriku sendiri.

Sebenarnya musuh terbesar ku dalam hidup ini hanya ada dua, rasa Malas dan Tidak disiplin. Dan dua hal itu yang menghancurkanku. Namun dengan tekadku ku kalahkan semua itu. Aku mampu bangun pagi membuang rasa malas itu untuk berangkat menuju event.  Lalu aku disiplin pada diriku sendiri untuk mengatur Pace lariku agar aku bisa bertahan dalam range pace idealku. Dan aku mampu mengalahkan itu semua.
Semuanya terbukti dengan tak mau berhenti kaki pada KM 10 menjelang garis finish dan aku ingin menambah mencoba ke level Half Marthon, dan aku percaya aku bisa mengalahkan rekorku. Aku adalah juara dalam diriku sendiri. Aku adalah juara dalam rekorku pribadi.
                      Hasil Mandiri Jakarta Marathon 2015


“Ah loe bro, lari aja belom dah mikirin hadiahnya melulu lo… lari dulu baru dapat mendali.” Komentar seorang teman Sambil ngeloyor pergi.
Dalam hati aku berkata,” Yes I will.  Aku sudah buktikan dan aku bisa, semua itu yang aku fikirkan tak seperti yang  kalian fikirkan.”

Lalu aku memejamkan mata membayangkan aku sedang berlari didepan garis finis tahap Half Marathon  dan aku adalah pelari pertama dengan kawalan Marshall dengan sirinenya yang menambah membuatku semangat. Ketika pita kuputuskan, Lalu aku sambil berteriak ,”yes yes yes, I can do it” bersujud syukur seketika dan menuju podium. 

Aku hanya ingin mengatakan bahwa medali atau hadiah ini bukan apa-apa dan bukan yang  terlalu aku harapkan.  Yang aku harapkan adalah aku mampu menyelesaikan langkah pertamaku disini, menyelesaikan tahap demi tahap, kilometer per kilometer dengan usaha  semampuku yang kupunya untuk mencapai tujuan akhirku, mencapai langkah akhirku, mencapai garis finish. Bukan sebagai  seorang yang pertama namun seorang yang bertekad mengalahkan diri sendiri, mengalahkan ego dalam diri  untuk menyelesaikan apa yang telah aku mulai.

Juara, hadiah bahkan penghargaan adalah effect samping belaka, semua itu tidak ada arti tanpa niat dan usaha. Dan yang aku maksud, “ yang penting mendapat Medali” adalah aku mampu mengakhiri apa yang telah aku mulai dengan sebuah hasil dan bukan omong kosong.

Aku kini menjadi seorang penggila lari, sentilan mereka adalah pelari dari kenyataan dan aku disini akan berlari mewujudkan kenyataan. 

Selesaikan apa yang telah aku awalai dengan sebuah akhir, Jakarta 26 Oktober 2015

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon masukan dan Semoga bermanfaat