Profesional adalah kata yang sering aku
dengar dan terlontar oleh orang-orang yang yang menyatakan mereka adalah
ahlinya. Profesional berbicara tentang keahlian, kekhususan dan bakat. Profesi
yang berarti Pekerjaan ditambahkan partikel menjadi profesional berarti
pekerjaan yang ahli dipegang khusus oleh seseorang.
Aku bukanlah seorang yang profesional,
namun aku memegang faham profesionalisme dimana aku akan berusaha sekuat
kemampuanku untuk menjadikan apa yang aku kerjakan sehasil sesempurnamungkin.
Bukan aku ingin dianggap sebagai seorang yang profesional namun berusaha
memberikan yang terbaik. Karena ketika aku mendapatkan kepercayaan berarti aku
mendapatkan tanggung jawab.
Kepercayaan berbanding lurus dengan
tanggungjawab. Itu yang aku lihat. namun akhir-akhir ini aku melihat
Kepercayaan itu berbanding terbalik dengan Tanggungjawab. Jangankan
tanggungjawab. Hak aja dituntut sebelum kewajiban. Konyol!
Woy!!! Bastard ! How a bad Person I am.
Tak tahu apakah aku tak perduli atau aku tak mau ikut campur tetapi aku miris.
Miris melihat mental-mental gila.
Kembali aku dengan profesionalismeku. Aku
bukan orang yang ahli namun aku bisa dan mengerti. Aku bukan paling mengerti
dan sok mengerti namun aku yakin akulah orang lebih dahulu tahu dibanding
mereka.
Semua aku mulai dari nol dan tak pernah
aku merasa bisa.
Merasa bisa adalah sombong. Tuhan tak
menyukai kesombongan, karena kesombongan adalah milikNya. Selayaknya Pohon yang
berbijih dan bijih yang Jatuh atas kehendakNya, meskipun ia ingin meneruskan
generasinya untuk tumbuh menjadi pohon yang baru di tanah yang lebih subur,
sebeapa kuat ia bergulir di bumi, jika Bumi dan Allah tidak berkenan apa yang
bisa lakukan, Namun semua itu pasti ada maksud mengapa ia tak dikenankan karena
rencanaNya adalah yang terindah, Apapun itu.
Tetapi ketika bijih itu ingin berusaha
dengan sungguh-sungguh tumbuh di lahan subur ia kan berusaha bergerak
sehakikatnya ia untuk bergulir dan terbawa angin atas usahanya dan jatuh pula
di muara sungai yang subur lalu ia tumbuh, dari benih tumbuh hingga
menjadi pohon besar lebih Rindang dripada pohon induknya dan mampu memberikan
perlindungan baik tanah dan air juga burung-burung sebagai rumah mereka.
Ia bukan bijih yang sebaik (professional)
bijih lain namun ia bisa ketika ia berusaha menjadi bijih yang baik yang
dianggap tak mampu tapi sesungguhnya ia ada potensial.
Ya Potensial. Semua nya memiliki
potensial. Apapun itu ada potensial bahkan setitik debu memiliki potensial.
Potensial menghancurkan atau membangun. Itulah hakikat semua ciptaanNya. Takdir
itu ada tetapi bukan kita yang mengikuti takdir. Namun kita yang membuat takdir
dan Tuhan yang menentukan.
Selayaknya bijih pohon itu aku kan
berusaha menjadi yang seharusnya diciptakan untuk pa diriku.
Profesional itu disini, didalam Nurani dan
Hati. Lebih tepatnya di Kemauan! Profesional itu di kemauan,
Profesional itu di usaha,
Profesional itu Tawakal.
Berusaha sekuat kemampuan lalu berserah
diri bukan pasrah namun berserah diri dengan berusaha.
Aku memang tak sehebat mereka, namun aku
bisa sehebat mereka.
Kerja keras, Usaha, berserah diri adalah
kunci membuka kemampuan, Jakarta 27 Agustus 2015
http://resonansilensa.blogspot.com



3 komentar:
It's going to be end of mine day, however
before ending I am reading this wonderful article to improve my knowledge.
Also visit my web-site ... Marylouise Verge
Menjadi reminder sepertinya..
@Sucie Sbastian: HEHEHE instropeksi aja....
Posting Komentar
Mohon masukan dan Semoga bermanfaat