Aku terusik, masih terusik dengan
mereka yang bermain egonya. Jadi siapa
yang mengganggu dan diganggu? Aku terganggu oleh sikap mereka hingga membuatku
ingin menghindar dari gangguan itu, namun kenyataannya hindaranku malah
mengganggu mereka karena memang seperti
ini lah diriku, jika aku tidak mau diganggu aku tak akan menyembunyikan alarmku
akan ketidaknyamanan kehadiran mereka.
Aduh seharusnya hindaranku tidak
menggangu mereka, namun mereka sendiri membuat alarmku ini semakin bordering keras
karena mungkin watak dan sikap mereka. Mau bagaimana lagi,
ada pepatah,
“ Watuk iku iso diobati tinimbang
watak kui gawan bayi” artinya-
Sakit Batuk (Watuk) itu bisa
diobati tetapi watak itu bawaan lahir karena watak itu sifat.
Jujur, hanya itu yang ingin aku
sampaikan, aku ingin menyampaikan sejujurnya aku tidak nyaman dengan sikap dan
sifat mereka. Jadi Apakah hubungannya
dengan merdeka? Merdeka adalah bebas. Di Negara antahberantah kemerdekaannya
dahulu Dikenal dengan istilah freedom
Freedom adalah Bebas, Bebas adalah merdeka. Jika aku menunjukkan kejujuranku itu berarti
aku menghalangi kemerdekaan mereka, dan jika aku halangi maka aku merdeka.
Karena aku bebas mengungkapkan kejujuranku.
Ibarat Makan buah simalakama,
serba salah? Oh tentu tidak bagiku. Bagiku ini diriku aku lakukan sehakikatnya
diriku
Aku tidak ingin sebenarnya
menyakitkan hati lain, namun mereka yang memaksa aku melakukannya. Sebenarnya
juga tidak terlalu perduli keadaan mereka yang mengusikku.
Logika Ilmiahnya seperti Hukum ketiga Newton bahwa
F Aksi = -F Reaksi
F adalah Gaya
Artinya Setiap Gaya yang timbul
akan menghasilkan respon atau perlawanan agar terjadi keseimbangan.
Jadi menurutku apa yang aku
lakukan tidak salah, karena dalam merespon mereka dimana mungkin Aksiku itu menimbulkan
reaksi gesekan yang secara langsung dapat mereka rasakan dari sikap yang aku
berikan secara jelas.
Kesimpulannya jika aku menunjukkan sikap tidak bersahabatku
maka sadarilah kalian apa yang salah dimataku. Atau kalian yang menyadarkanku
jika aku salah memahami kalian. (Underline Memahami)
Jadilah diri sendiri dan Percaya Kejujuran Hati, Jatisrono, 16 Agustus
2015


0 komentar:
Posting Komentar
Mohon masukan dan Semoga bermanfaat