RSS

Friends

Pengalaman adalah sebuah Pelajaran berharga yang akan
diceritakan menjadi sebuah kenangan Indah

Berlari caraku Bermeditasi



“Cuy, habis lari loe cuy? Belum pake seragam.” Sapa dari balik tembok di ruangan kerja.
Aku dengan santainya menjawab,”kagak bro, gerah aja AC dinyalain kedinginan, dimatiin pengab.”
 
Lalu suasana hening dan aku mulai bersama lamunanku. Lari, Running, itu yang kini ada dibenak mereka akan keberadaanku disini. Seakan aku tak pernah berhenti berlari. Tak pernah berhenti lari dari kenyataan istilah mereka, yang  mungkin memang sudah ditakdirkan padaku. Bukan menyesali namun hanya merenungi.

Berlari adalah pelampiasan akan emosiku, pelampiasan akan rasa yang tak sejalan dengan hati dan inginku. Namun berlari adalah meditasiku. Meditasi dimana aku bisa mengosongkan fikiranku untuk membawaku kealam bawah sadar  hingga aku bisa menemukan jawaban-jawaban yang berselimut didalam Cerebrum dan Cerebellum ku. Yang tersumbat akan lemak-lemak yang berada dalam aliran peredaran darahku hingga membuatku buntu akan jalan keluar semua fenomena masalahku.

Berlari dan aku terus berlari. Berlari bukan untuk mengejar mimpi. Aku berlari untuk berdiam diri menemukan jatidiri. Aku berlari mencari inspirasi yang terkubur bersama emosi yang selalu menghantui. Mungkin mereka menganggapku orang gila dan musrik, setahu mereka berdiam diri itu ya di masjid, I’tikaf dan menangis merenungi nasib. But, Stop! I cannot do that. Itu kalian dan bukan aku, ada cara ku menemukan diriku dengan Sang Rabb.  Jika kalian menganggapku gila beri’tikaf sambil berlari lantas apakah kalian menganggap mereka juga gila  ketika mereka berdoa sambil menangis dimalam hari lalu siang hari kesalahan mereka ulangi? 

Aku bertemu dengan Tuhanku dengan caraku dan kalian bertemu Tuhan kalian dengan cara kalian, karena aku disini berdiri diatas langit ciptaan Tuhanku, Allah SWT. Semua tempat ini suci dan semua tempat ini adalah miliknya. Dan ketika aku berlari aku mampu menyadari diri ini betapa tiada artinya hidup ini ketika aku sadari antara diriku dan alam ciptaanNYA. 

Banyak kuasa dan  peringatanNYA di jalan yang aku telusuri. Ketika dihadapanku dihadang  batu besar, dengan mudahnya aku tahu dan mudah menghindar namun ketika kerikil kecil didepanku, aku tak tahu dan aku terpeleset karenanya, maka Allah SWT mengabarkanku bahwa kadang masalah bukan hanya nampak besar saja namun hal kecilpun mampu menjatuhkanku.

“Ya Allah,  pertanda apa yang kau ingin kabarkan padaku? Apakah kerikil ini  sebagai tanda dariMu bahwasanya ia takkan ada didepanku kecuali kehendakMu untuk memperingatkanku, Ihdinassirratall mustaqim, ya Rabb.”

Dan ketika aku berdiri diatas jembatan layang Jalan Toll, aku saksikan sepintas beberapa penjual asongan berjualan, ada yang di pinggir dan ada yang ditengah jalan karena macetnya jalan, namun seketika terjadi kecelakaan dan ternyata yang tertabrak adalah ia yang berjualan dipinggir. Berita apa yang akan disampaikanNYA.

“Ya Rabb, sungguh kuasaMu, TakdirMu, jika Engkau tak berkehendak sekalipun orang itu  terlentang ditengah jalan ia tak kan Mati dan ketika Kau berkehendak lain, seusaha apapun ia berlindung di Banker yang tak tembus apapun Ia akan mati juga, dan semua itu adalah sesuai amalan yang kami perbuatan. Dan sesungguhnya Aku yakin bahwa semua kehendakMu adalah baik dan kami yang memilih takdir itu apakah kami terima kebaikanMu atau kami abaikan.”

Lalu aku berlari dan terus berlari sampai aku kembali dan berhenti dan aku nikmati kucuran keringat ini terlepas perlahan jatuh ke bumi, dan aku temukan beberapa jawaban dan Clue-clue dalam jalan hidupku. Satu jawaban yang pasti terbayang adalah “SYUKUR”. Menerima semua kenyataan ini bahwa semua ini nikmat. Nikmat adalah Nikmat, dan Cobaan adalah Nikmat (yang tertunda) .

Dan itulah aku berlari dari awal langkah aku menapakkan kakiku memulainya dan aku akhiri dengan penutup langkah dengan rasa syukur, “Alhamdulillah”.

Berlari ku untuk menemukanMU, Jakarta 30 Oktober 2015

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon masukan dan Semoga bermanfaat