Ngomong-ngomong masalah tinggi, apa yang
ada dibenak kita? Ayo sebutkan dan yang berhubungan dengan lagu, hayo apa? ada
BINTANG…. “Bintang kecil dilangit yang tinggi”… nah satu dapat hayo apa
lagi?ada GUNUNG…. “ naik-naik kepuncak gunung tinggi-tinggi nsekali”… nah kalo
ada yang tau lebih bisa ditambahkan… :D
Tapi apakah teman-teman tahu Kalo dimana
Desa tertinggi di Pulau Jawa??? Semua nya masih belum lepas dari pembahasan kita sebelumnya di cerita
Bukit Sikunir, karena kita harus melewati desa ini ketika akan ke Bukit
Sikunir. Desa apakah itu??? Namanya “Desa Sembungan” Desa tertinggi dipulau
jawa.
masih melanjutkan dari cerita sebelumnya pada
Berkunjung ke Dieng: Chapter Bukit Sikunir (Point View Sikunir Sunrise) “Good Morning Sindoro, Salamku dari Bukit Sikunir”
Waw mendengar kata-kata “Ter” pastilah amat
sangat paling…. Waduh dipake semua … tinggiiiiiiiiiii…..tingginya + 2306 Mdpl (sumber: dieng)
Disana terdapat berbagai destinasi tujuan
antara lain
1.
Tujuan utama Sunrise yaitu
Bukit Sikunir
2.
Tujuan Spiritual ada Pertapaan
Pakuwojo, Makam Mbah Adam Sari
3.
Tujuan Refreshing ada Curug
Sikarim, Telaga Cebong, Camping Ground
4.
Tujuan Kuliner ada Sentra
Industri Carica dan Keripik Kentang
5.
Homestay
Di Desa ini adalah salah satu pilihan untuk
bermalam ketika kita ingin menikmati sunrise. Selain ada tempat homestay di
daerah Dieng nya namun saya rekomendasikan di desa ini, Why?
Because You Know why? This is My Life,My
Soul and Purpose of My Existence …. #kepo
First. Ketika Pagi akan berangkat naik ke
Sikunir jam 3 pagi Sudah antri mobil-mobil dan motor dari desa bawah atau Dieng
pada naik, you know kalau bareng-bareng mesti macet dan kita perlu cari parkir
di Telaga Cebongan antri juga.
Second.
Kita merasakan menginap didesa tertinggi Gitu loh… kesannya didada itu “ I am
here” and You So far add above hahaha.(jangan sombong)
Third. Homestay hamper sama harganya sekitar 300-400 ribu itu
sudah dapat perapian. Perapian??? Eits jangan bayangin kayak di Tom and Jerry
rumah luar negeri ada cerobong asapnya. Perapian ya tungku dikasih arang hitam
kipasin deh tuh sambil ada jagung sekalian enaknya.
Oya masalah makanan, kalau bisa bawa
sendiri dari bawah, ada sih warung diatas untuk cemilan tapi untuk makanan
berat tidak terlalu banyak. Pengalaman kelaperan saya Cuma ada mie dan bakso
itu pun Harap-harap cemas karena banyaknya orang dan cuaca dingin mesti cepet
habis. Enaknya ya Cuma mie Rebus. Tapi ya baru dibuat belum dua menit dah
dingin. Kalau bisa sih juga jajan diatas biar membantu menggerakkan ekonomi penduduk sekitar.
Tapi perlu diingat juga dingin disana
menipu, karena kopi panas terasa dingin tetapi setelah kita turun dari Dieng
lidah sama mulut bisa hancur luka panas.
Nanti jika akan menginap di Homestay daerah
Sembungan sudah disambut para pemuda Sembungan yang akan mengantar dan
mencarikan homestay. Mereka free tapi kalau mau ngasih tips g papa. Mereka
bertugas membagi homestay di Desa itu Rata daripada kita mencari sendiri gak
tau. Dan di gerbang desa kita hanya ditarik restribusi 5000 Rupiah saja.
Oya sambil menunggu menikmati malam yang
dingin bingits saya kemarin main kartu, Main UNO seru dan bisa menikmati
menggigil sambil teriak teriak. Daripada main catur berdua diem-dieman…. Malah
kayak orang marahan….
Sedikit itulah gambaran Desa Sembungan.
Desa tertinggi di Pulau Jawa dan pengalaman saya.
Visit to Dieng, 20 - 21 September 2014
Desa Sembungan, Wonosobo
Sekian dan Terimakasih
http://resonansilensa.blogspot.com

0 komentar:
Posting Komentar
Mohon masukan dan Semoga bermanfaat