RSS

Friends

Pengalaman adalah sebuah Pelajaran berharga yang akan
diceritakan menjadi sebuah kenangan Indah

Berkunjung ke Dieng: Chapter Bukit Sikunir (Point View Sikunir Sunrise) “Good Morning Sindoro, Salamku dari Bukit Sikunir”



Good Morning Sindoro Mount. From Tjahjo @Sikunir
Tak ada kata yang dapat aku ucapkan ketika aku melihatnya, menatapnya, menikmatinya dengan penuh rasa emosi yang meluap-luap. Hingga aku ingin berteriak kencang “Allahu Akbar!” sungguh indah alam Mu. Di pagi yang indah, cerah ku bisa melihat matahari terbit dari balik Gunung nan tinggi menjulang yaitu Gunung Sindoro. Dengan perlahan sang Surya mulai menampakkan keindahannya.  Perjuangan untuk mencapai puncak mesti berat tetapi terbayar juga sungguh tidak ada rugi, sisa-sisa untung yang berlipat ganda karena bisa menikmati keindahan Alam ini.



Pintu Selamat Datang Memasuki Dieng
Diatas mengapa aku mengatakan perjuangan??? Mulai dari awal saya cerita dari berangkat sampai tiba di Bukit Sikunir.

Perjalanan saya mulai dari Jakarta, dengan niat menjadi Traveller Hemat. Mengapa hemat? Karena sebisa mungkin perjalanan tiap perjalanan sebagai traveler mengeluarkan sedikit biaya. Dari Jakarta aku menuju Purwokerto dengan Kereta Api, dengan harga kereta api paling murah berangkat pagi ikut Kutojaya jam 5.30 WIB kira-kira harganya sekitar Rp50Ribu lalu setelah tiba di Purwokerto jam 11.00-WIB saya naik angkot untuk menuju ke Terminal Purwokerto. Angkot dari Stasiun  tepatnya didepan Stasiun kea rah kiri, mencari angkot G2 arah terminal dengan biaya Rp3Ribu. Sesampainya di Terminal naik Bis Jurusan Semarang, tapi naik bis yang enakan dikit ya. Masalahnya hargannya sama antara AC dan gak. Mending nunggu sampai siang dikit sekitar jam 13.00WIB naik Bis Nusantara jurusan Semarang minta turun di Wonosobo. Sampai Wonosobo sekitar pukul 16.30WIB.
Nah seharusnya di Wonosobo kalau mau ke Dieng ada angkot dan Mini Bus tapi aku gak tahu detailnya karena dapat pinjaman mobil di Wonosobo untuk ke Dieng. Setelah dapat mobil mulai meluncur naik gunung.  Mari aku kasih tahu step-step dan tips nya pengalaman untuk naik ke Bukit Sikunir.

Peralatan yang harus disiapkan.
-        -  Jaket Super Hangat
-        -  Kaos Kaki tebal usahakan pake sepatu karena naik kebukit lumayan Extrem mendakinya
-         - Celana jangan Jeans deh yang penting g buat dingin
-         - Kupluk
-          -Slayer untuk nutupin hidung agar nafasnya hangat
-        -  Sama syal untuk leher.
-        -  Jangan lupa bawa botol minum karena ditempat dingin haus tidak terasa dan tiba-tiba dehidrasi
-        -  Cemilan waktu dipenginapan kalau  aku sih cokelat lumayan hangat.

Jadi dari Wonosobo diUsahakan alat-alat itu dah komplit, lalu mulai naik-naik kepuncak gunung. Pertama kita akan sampai pos pertama dimana kita dimintai restribusi masuk sekitar Rp5Ribu per-orang dan Rp3Rb untuk mobil. Perjalanan sekitar 1 jam dari Wonosobo ke Dieng, kondisi jalan naik. Banyak penginapan di area Dieng, tapi kalau aku saranin menginap saja Desa Sembungan “ Desa Tertinggi di Pulau Jawa” wah pasti asikkan dapat tambahan momen bisa menginap di desa tertinggi dipulau jawa. Cuaca jangan dikata, Dingin bingits. Penginapan diatas desa Sembungan tidak jauh beda sama DI Dieng sekitar RP250-Rp400Rb perkamar. Dan dapat perapian alias Areng dibakar di Anglo lumayan buat anget-anget.
Mengapa aku rekomendasikan di Desa Sembungan karena:
J             - Jalan ke Bukit Sikunir cuman deket
        - Biaya penginapan sama
3           - Kalau datang dadakan pagi bareng –bareng turis lain bisa macet mobil masih nyari parkiran, di  
               dekat danau Cebongan
-             - Merasakan momen nginap di desa tertinggi
 
Desa tertinggi di Pulau Jawa "Desa Sembungan"
Tapi sayang di Desa Sembungan sedikit warung, ada sih sebenarnya kalau mau membantu sekalian yah buat penghasilan warga sekitar kalau yang lupa bawa bekal atau cemilan. Dan ingat harus banyak-banyak minum air putih. Dan kalau ada sunblok buat wajah ketika diatas bukit bisa dipakai karena cuaca dingin dan angin kering bisa buat dehidrasi (aku kena masalahnya kebakar kulit mukaku)
"Pulau di atas Awan"

Setelah itu persiapan pagi-pagi Habis Sholat Subuh untuk naik ke Bukit., ya kalau hari libur banyak turis domestic maupun manca pasti antri naiknya. Persiapan tenaga dan hati-hati ketika step by step menaiki tangga dan jalan setapak. Tapi tenang pasti kebagian tempat nanti diatas.  Sunrisenya sungguh Amazing. dan seakan kita berada di "Pulau di Atas Awan". Lelah menuju puncak dan menahan dinginnya suasana terbayarkan, malah kalau bisa minta kembalian kita ditagih kali untuk kembalian. Hahahahha .

selamat mencoba
Ya begitulah sedikit review dan tips traveling aku ke Dieng

Visit to Dieng, 20 - 21 September 2014
Desa Dieng, Wonosobo
Sekian dan Terimakasih
http://resonansilensa.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon masukan dan Semoga bermanfaat