RSS

Friends

Pengalaman adalah sebuah Pelajaran berharga yang akan
diceritakan menjadi sebuah kenangan Indah

Secangkir Kopi Tawar

Minum, aku hanya minum. Minum hausnya kehidupan yang aku kejar tanpa melihat apa yang kuminum. Ibarat pepatah jawa 

"Urip iki amung mampir ngombe" 

Hidup ini ibarat hanya mampir minum.
Lalu minum apa hidup ini? air? apakah hanya air yang mampu kuminum dan akupun tak mengerti. Ataukah minum itu adalah sesuatu yang cair, dan tidak bisakah selain  itu bisa  aku minum?


Minum karena haus namun haus belum tentu harus minum.
Ketika aku haus kekuasaan apa yang aku minum adalah ego ku.
Ketika aku haus jawaban aku meminum pengetahuan.
Jika aku haus kekecewaan, aku akan meminum amarah dan emosi jiwa yang menyatu dalam fikir merangsang dalam sendi-sendi untuk memutar kekosongan rasa harapan yang tersisihkan .

Aku tak hanya kadang, namun selalu dan selalu haus siapapun itu. Haus penasaran dalam diri ku dan membawa ku kedalam kebutaan jawaban. Ibarat seorang penikmat kopi yang tak pernah puas akan rasa yang dicarinya.

Kopi,

ya kopi apa yang ku pikirkan ketika mendengar kata itu,
minuman? racikan? bartender? tentunya rasa. Pahit mungkin itu yang bisa dikatakan.
Kopi itu pahit. Frase itu tak mampu terbantahkan benar dan salah. Namun sejak pertama aku kenal kopi itu pahit.
Pernah terfikirkan mengubah paradigma itu menjadi kopi adalah tawar selayaknya air yang mengalir dialiran sungai pegunungan yang segar dan dingin tertutup kabut malam.

Ya, kopi itu tawar dimana ia dipetik dari pohon ketika sudah matang dan tidak ada yang mengira bahwa ia ketika matang diselimuti manis kulitnya.pernahkah kalian merasakan?
maka cobalah karena hidup ini harus dengan mencoba, jika sudah lalu apakah aku masih menganggap semua itu pahit dimana ia dirasakan sama tawar dengan tetesan embun dan serasa manis diselimuti kulitnya?

Bukankah aku juga seperti itu berawal dari tanpa cerca lucu dan kepolosan lalu berangsur berasa manis atau pahit setelah menjalani kehidupanku. Kopi pun tanpa diolah dia takkan merasa pahit sepahit pendapat penikmat minuman kopi dan Kopi takkan pernah mengerti mengapa kepahitannya memberikan kebahagiaan tersendiri.

Namun hal itu semua tak dapat dipungkiri meskipun itu tawar, jika sifatnya sudah busuk ia akan busuk terasa pahit sejak awal.

inginku hadirkan secangkir Kopi tawar kepada mereka agar mereka tahu tak selamanya kopi pahit.
dan tak ada nikmat kopi yang sempurna seperti pepatah

"......Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apapun kopi yang kamu buat , kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang mungkin kamu sembunyikan......" (hal 28)
FILOSOFI KOPI - Dewi Lestari


My Office, Jakarta 13 Januari 2015
http://resonansilensa.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon masukan dan Semoga bermanfaat