RSS

Friends

Pengalaman adalah sebuah Pelajaran berharga yang akan
diceritakan menjadi sebuah kenangan Indah

Never Give Up! But I am Give Up!

Aku dan Pohonku
Kecewa, Sakit hati, emosi, dendam, iri, hancur, and everything about self destruction. Mungkin Rasa ini pernah aku rasakan kesekian kali perwaktu, bahkan sering mungkin aku merasakannya. Namun sering juga aku anggap rasa-rasa itu adalah penambah nikmat dan nikmat diri akan cobaan yang mungkin nanti kan menghikmahi.


Kini aku kecewa dan sangat kecewa, bukan kecewa akan orang lain namun kecewa akan kegagalan diriku sendiri. kecewa akan  pesan dari sang Pengasuh hati, karena aku gagal. Aku gagal dalam anganku, dalam mimpiku untuk menjadi Baik bukan Cukup. Sehingga saat ini aku tak mampu untuk menuangkannya menjadi suatu nikmat yang seharusnya aku nikmati bahwa semua ini akan indah. Karena ini suatu kegagalan akana janji dan Janji pada diriku sendiri dari hatiku dari hidup dan selama hidupku untuk menjadi Baik dan memberikan yang terbaik. Namun semua itu Cukup.

Layaknya aku menanam benih pohon dalam suatu ladang kosong dan hampa, Setiap hari aku sirami, setiap hari aku siangi, setiap hari aku pupuki, aku jauhkan dari Hama dan aku cabuti gulmanya agar pohonku menjadi baik layaknya yang aku berikan. Bahkan setiap waktu dalam hitung detikku aku menjaganya dengan kedua tangan ini hingga Ia tumbuh kokoh dan bisa berarti.

Kini Pohon itu telah tinggi tanpa ada sedikit luka atau goresanpun, Ia adalah pohon yang baik bahkan kubilang sangat baik hampir mendekati sempurna karena sifat yang diturunkannya. Ia menjadi pohon yang peduli terhadap sekitar. Walau hanya aku rawat pohonku namun aku tak berarti tak mengajarkannya peduli dengan pohon yang lain disekitarku. Aku ajari ia berbagi pupuk itu, Aku ajari ia berbagi Air itu, aku ajari ia mengusir hama dan gulma itu yang ada disekitar mereka sehingga mereka nati bisa menjadi keluarga dan nanti dapat menemani tumbuh dan kokoh pohonku,

Seiring berlalu pohonku itu tumbuh dan begitu pula pohon sekitarku sehingga kini menjadi hutan yang lebat dan mampu memberikan manfaat disekitark. Dahan buat berteduh dan daunnya menghasilkan oksigen juga rindang, Akar pohonku menyimpan air bahkan sangat berharga untuk burung-burung dan hewan lain bernaung. Buahnya yang sedap dan nikmat. itulah Indahnya  pohonku.

namun suatu ketika aku pergi dan kutitipkan kepercayaan Indahnya pohonku kepada pohon-pohon lain, berharap pohon lain yang aku dan pohonku rawat dan bantu  dulu kan melindungi pohonku, hingga ku kembali, 

namun ternyata tak ada yang peduli bahkan pohonku mengering dan patah dahan-dahannya. Padahal ia hanya butuh setetes air, Ia hanya butuh setetes saja, untuk bertahan akan ke baikkannya.hanya setetes agar seperti pohon lain mampu bertahan. namun siapa yang peduli pohonku. Setetes air tak ia dapat. Ia tak ada yang peduli. memang kadang kepedulian tak bisa membuat kepedulian yang lain muncul ada memiliki rasa peduli itu.

Kini pohonku mengering, harapanku sirna, Impianku akan pohon yang BAIK dan sempurna hilang. Mungkin aku yang salah aku yang terlalu baik dan percaya untuk membantu merawat pohon lain sehingga mereka merasa sudah cukup bantuanku ketika aku pergi, dan Pohonku tak berarti lagi.

Keringnya daun pohonku itulah rasa kecewaku,
Patahnya batang pohonku itulah rasa hatiku. 
Gersangnya pohonku itulah sedihku.
Hancurnya pohonku adalah hancurnya semua Harapanku.

Kekecewaan Mendalam, Jakarta 26 Mei 2015
http://resonansilensa.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon masukan dan Semoga bermanfaat